Thursday , 10 November 2016, 12:54:10 am
Home / Ngopi / Hipwee, mutu tulisanmu kian hilang. Ada apa denganmu?

Hipwee, mutu tulisanmu kian hilang. Ada apa denganmu?

Hipwee
Situs Hipwee ketika di akses tanggal 3 Maret 2016

Hipwee, sebuah situs yang meluncur April 2014 ini telah menjaring puluhan Ribu pembaca setiap harinya. Sejak akhir tahun 2014, penulis amat memfavoritkan tulisan – tulisan didalamnya. Hipwee yang mendedikasikan tulisannya untuk anak muda berisi varian kategori dengan bahasa yang mudah dicerna anak muda. Berhasil menjaring perusahaan – perusahaan besar untuk beriklan dalam bentuk unik sebuah artikel menjadi bukti bahwa meski usia media anak muda satu ini usianya masih sangat muda, menjadi bukti akan eksistensinya.

Saya sendiri menjadikan hipwee yang memiliki gaya tulisan mirip BuzzFeed atau Huffington Post ini sebagai panutan dari gaya tulisan blog ini. Namun entah kenapa apa yang penulis lihat, ada beberapa tulisan yang sedikit nyeleneh atau (maaf), kualitasnya mulai hilang. Meski tak semua tulisan, tentu ini berimbas kepada tulisan – tulisan lain yang ada. Kenapa?

Dimulai dari Ilustrasi yang seringkali terlalu eksplisit

gambar-eksplisit-hipwee
Salah satu artikel hipwee dengan illustrasi eksplisit

Illustrasi yang masih berhubungan dengan tulisan sah – sah saja. Tapi ketahuilah jikalau gambar – gambar yang kurang di filter dengan baik apalagi visual merupakan hal yang cenderung akan teringat – ingat terus dalam benak pembaca. Tak adakah ilustrasi contoh yang lebih beradab.

gambar-eksplisit-hipwee-2
Artikel Hipwee dengan ilustrasi ‘bule’ seksi

Jika mereka menjadikan hak berekspresi dan hak menulis sebagai alasan, maka tentu seharusnya mereka menghormati hak menjalankan adat di Indonesia yang cenderung lebih sopan. “Lah, kan ilustrasinya harus nyambung ke artikelnya.” Betul saya setuju. Namun percayalah ada alternatif ilustrasi lainnya. Semisal ilustrasi orang berpacaran yang cenderung terlalu mesra – mesraan apakah harus selalu dengan dua orang pasang di pantai sedang melakukan hal tak senonoh dijadikan ilustrasi begitu saja? Tak adakah alternatif ilustrasi lain?

Kampanye dan Propaganda Pelegalan LGBT secara tidak langsung (meski Hipwee menyebutnya bukan Propaganda)

hipwee-cenderung-mempropagandakan-lgbt

Ada sebuah artikel di Hipwee berjudul Bukan Propaganda: Percakapan Dengan Teman-teman LGBT yang Kerap Disebut “Pendosa”, baiklah. Coba kita tengok apa pengertian propaganda.

Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda.

Silakan anda simpulkan sendiri dengan membaca artikel yang katanya ‘Bukan propaganda’ di atas.

hipwee-cenderung-mempropagandakan-lgbt-2
Wawancara pihak Hipwee tentang LGBT

Bagi saya sendiri, LGBT merupakan dosa. Dalam 3 Agama besar Samawi pun LGBT di kategorikan sebagai dosa. Namun meski begitu bukan berarti kita harus mengucilkan mereka. Siapa manusia yang tidak punya dosa? Aku, kamu, kalian, semua tentu pernah berdosa. Jangan sensi (kayak yang lagi PMS aja), kita semua punya dosa. Bedanya ada yang berusaha tobat dan keluar dari dosa tersebut, ada yang betah jadi ‘pendosa’ tersebut. Harusnya kita rangkul supaya mereka kembali ke fitrah mereka, bukan melakukan pembelaan.

hipwee-cenderung-mempropagandakan-lgbt
Tulisan Hipwee tentang Islandia melegalkan pernikahan sejenis

Di beberapa tulisan Hipwee tentang LGBT, penulis disana memposisikan seolah panggilan “pendosa” untuk LGBT merupakan sebuah cara mendiskreditkan LGBT. Bahkan ada tulisan Hipwee yang terang – terangan membahas tentang Islandia yang menjadi Negara kedua paling bahagia sejak melegalkan pernikahan sejenis. Lantas andaikan Indonesia melegalkan Pernikahan sejenis, akan menjadi Negara bahagia berkat Legalitas LGBT?

Artikel yang ‘sedikitnya’ ada hal yang agak – agak melakukan ‘propaganda’ komunisme

Jika kamu mengetik kata ‘komunisme’ di kolom pencarian Hipwee, maka kamu akan menemukan beberapa artikel yang sedikit menjurus ke komunisme. Dengan sapuan judul yang tidak mengandung kata ‘komunisme’, beberapa penulis yang saya lihat kok cenderung mengkampanyekan ‘komunisme’ versi mereka. Mengimbangi?

hipwee-komunisme
Caption Gambar pada artikel Hipwee : “Putri Indonesia yang cinta pertanian”

Bahkan yang ramai baru – baru ini, salah satu penulis Hipwee melakukan blunder karena melakukan kritik kepada salah satu penulis Indonesia, Tere Liye karena status Facebook-nya.

hipwee-komunisme-2
Penyampaian kritik berbentuk nyinyir, bahkan artikel dimasukan kedalam kategori ‘Hiburan’? Ntah apa yang ada dibenak penulis dan redaksi Hipwee.

Bukannya mendapatkan pembelaan pembaca, Artikel yang ditulis oleh Kontributor Hipwee bernama Neneng Pratiwi ini pada kolom komentarnya malah dipenuhi berbagai ‘kutukan’ kepada sang penulis, bahkan Hipwee sendiri tak luput dari kritikan pedas pembaca. Yang lebih parah lagi, bahkan tak sedikit yang mengatakan bahwa Hipwee memiliki kecenderungan membela Sayap Kiri.

hipwee-komunisme-komentar
Kolom komentar yang berisi tentang ‘kritik’ bahkan ‘hujatan’ terhadap tulisan Hipwee tentang Tere Liye

Arif Hidayat · Yogyakarta
saya juga. ini gak lebih dari sekedar tulisan OPINI sampah!


 

Tulisan ini dibuat tak sedikitpun untuk menjatuhkan hipwee. Melainkan saya menginginkan awal tujuan Hipwee didirikan untuk menjadi Media penyedia Konten Urban Variatif ini lantas tidak hilang begitu saja.


Saya merindukan Hipwee yang dulu yang selalu menginspirasi tulisan saya. Andai tulisan ini sampai ke salah satu tim Hipwee baik penulisnya, redaksi, apapun itu, saya berharap bisa menjadikan masukan bagi Tim Hipwee. Supaya tidak memanfaatkan visitor besar Hipwee untuk memasukan pengaruh tertentu.

About najip