Thursday , 10 November 2016, 9:17:24 am
Home / Bisnis / Kisah Pemuda Hebat Raup Rp. 60 Juta Perbulan lewat Internet

Kisah Pemuda Hebat Raup Rp. 60 Juta Perbulan lewat Internet

Saeful’ Rahman

Kalau mendengar kata Internet, kebanyakan pasti identik dengan sosmed seperti Facebook, Twitter, Path, BBM, dll. Padahal potensi Internet tak hanya untuk sosmed, tak banyak yang mengetahui potensi lainnya. Berkembang tren saat ini banyak yang mulai menggunakan untuk Berjualan.

Tak banyak yang sukses. Di tulisan ini, saya memiliki sosok mentor yang akan saya ceritakan kisahnya bagaimana beliau bisa sukses meraup 60 Juta Rupiah per Bulan. Bukan angka kecil untuk seorang Pengusaha Muda usia 20an. 🙂

Perjalanan Awal
Masih ingat dengan artikel saya tentang Kuliah sambil berbisnis? Di artikel tersebut pernah saya singgung bahwa jika ingin kuliah sambil berbisnis, tentukan tempat kuliah yang sesuai dengan passion kita, jangan sampai salah jurusan. Kang Rahman adalah Alumnus POLBAN yg merasa salah Jurusan. Apa kata beliau?

“Saya mengambil jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Telekomunikasi. Jujur saja, saya merasa salah masuk jurusan, karena passion dan enjoy-nya saya adalah bisnis. Saya mulai belajar bisnis sejak masih kuliah mulai dari bisnis jualan pisang cokelat, jualan buku, jualan pulsa, hingga jadi investor kecil-kecilan dalam bisnis rongsokan.” Kata Saefull Rahman yang biasa saya Panggil ‘Kang Rahman’.

Sosok yang pernah menjadi perwakilan Kompetisi Roket Nasional ketika masih berkuliah ini jika pagi hari teman kuliahnya yang lain sudah memasuki Jam Belajar, Kang Rahman masih sangat sibuk menggoreng di depan kosan untuk membuat Pisang Cokelat. Namun tak bertahan lama, bukan rezekinya, akhirnya Gatot alias gagal total. (Cup cup cup..) 🙂

Menjadi Perwakilan POLBAN, di Lomba Roket Indonesia

Setelah Lulus dari POLBAN
“Setelah lulus kuliah, ijazah saya tidak pernah dipakai sama sekali. Pernah diapakai sekali sih buat kelengkapan persyaratan membuat passport untuk pergi ke Singapura, kebetulan waktu itu saya
ikut bisnis Multi Level Marketing (MLM) dari China dan kebetulan saya dapat reward jalan-jalan ke
Negri Singa, tapi ga jadi karena saya gak punya uang buat bikin passport dan gada uang bekalnya..” Kata Kang Rahman.

Lulus sebagai Mahasiswa dengan TA terbaik

Pengalaman Bangkrut dan Drop Out
Lulus dari POLBAN, kang rahman melanjutkan kuliahnya lagi ke Sekolah Tinggi Teknik Telkom (STT Telkom) yang sekarang berubah jadi IT Telkom, dan sambil merintis usaha Laundry Bermodalkan 20 Juta Rupiah dari Investor.

Merintis Usaha Laundry

Namun, tak bertahan lama akibat beraneka macam masalah yang muncul, dan kenakalan beberapa karyawan, Usaha Laundry ini hanya bertahan hanya 1 Tahun.

“Alhamdulillah Saya sukses diwisuda sebagai pengusaha ‘gagal’. Tidak tanggung-tanggung saya pun menyisakan hutang puluhan juta rupiah. Selain itu Alhamdulillah juga saya pun di “DO” dari kampus, lengkap sudah gan… Muantap … Haha” Kata Kang Rahman sambil tertawa kecil. 😀

Nekad untuk Menikah
Tak surut dari kebangkrutan dan DO dan modal nekad, saat keuangan terpuruk, Kang Rahman melamar seorang gadis.

“Saya pun tidakberpikir lama-lama lagi. Langsung “sikat”, datanglah untuk pertama kalinya ke rumah gadis itu di malam minggu di saat hujan rintik-rintik. Saya datang kesana bukan untuk ngapel, tapi
langsung melamar. Asli modal NEKAD. Alhamdulillah direspon positif juga. Tidak lama setelah saya melamar kurang lebih selang 2 bulan saya menikah.”

Foto Pernikahan Kang Rahman (Ciyeee..)

Awal Pertemuan dengan saya, (Dan merasakan kegagalan bersama)
Di Tahun 2011, adalah pengalaman saya bertemu Kang Rahman. Dalam pertemuan ini, kita sama – sama mencoba peruntungan di Bisnis Event Organizer. Bukannya berhasil, malah gagal. Dari kegagalan itu, 3 Tahun kami tak bertemu.

Di saat bersamaan, saya Merintis Bisnis, Kang Rahman juga menjalani kehidupannya juga dan berusaha bangkit. Apalagi Istrinya adalah Mahasiswa Agribisnis di sebuah Universitas di Kota saya tinggal.

“Saya coba memulai bangkit lagi. Pernah saking kere nya, saya pernah pagi-pagi keliling hanya
untuk menawarkan kopi dan teh yang masih ada tersisa di rumah untuk dijual ke tetanga-tetangga
hanya untuk mendapatkan uang ongkos supaya istri saya bisa berangkat kuliah.”

Puncak Kebangkitan
Setelah pindah kontrakan, Kang Rahman ditawari untuk memasarkan suatu Produk secara Online oleh tetangga barunya. Tanpa memiliki modal apapun, Kang Rahman diberi kepercayaan membeli aneka peralatan dasar untuk mebangun bisnis Online-nya.

Bersama Istrinya tersayang, bermanuver bersama membuat katalog produk, website, akun facebook,
promosi dan lain-lain. Tak langsung dapat orderan. Pas mendapat orderan sebanyak 4 Item, lalu orderan naik, dan memperlengkap kelengkapan lainnya.

Orderan pertama kang rahman
Kang Rahman dengan Orderan Pertamanya. He he he

Beberapa bulan, Bisnisnya berkembang dan memiliki banyak reseller. Bahkan sudah menyentuh hingga New York, Amerika Serikat.

Customer kang rahman asal new york
Salah satu Customer asal New York

Merasa PD dan memiliki Modal baru, Kang Rahman merintis sebuah Rumah Makan. Tak bertahan lama, bangkrut kembali. Akhirnya memutuskan konsisten dan menekuni Bisnis Online-nya.

Mendirikan Media Online Center
Lambat laun Bisnis Online-nya terus naik dan berhasil merekrut beberapa karyawan.

Beberapa Karyawan Bisnis Online Kang Rahman

Lambat laun pula, hutang yang dimiliki Kang Rahman bisa lunas. Mendirikan bisnis dengan sebuah kantor dan 2 toko, Karyawannya sekarang sudah berjumlah 10 orang.

Karyawan Media Online Center

Mendirikan Forum Online Shop Indonesia (FOSI)
Omsetnya kini sudah mencapai 60 Juta Rupiah per Bulan. Kini beliau mendirikan Forum Online Shop Indonesia (FOSI) untuk melatih banyak pengusaha mengembangkan Bisnis Online-nya. di FOSI jugalah tempat saya kembali bertemu setelah 3 Tahun tak bertemu. Hehehe

forum online shop indonesia
Kang Rahman berbagi di FOSI

Saya belajar banyak dari beliau. Karena, sudah lumayan sukses, mau berbagi pula! Semoga makin banyak orang Seperti Saeful Rahman atau Kang Rahman ini. Aamiin..

Forum online shop indonesia
Forum Online Shop Indonesia
(Saya ada disana, orang di Kanan yang mengangkat tangan, hehehe)

Oleh : Najip Ali Munajat

About najip